Cegah Virus Corona Dengan Memperkuat Imun, Dengan Mengkonsumsi Buah Dan Sayur
Annisa Nur Fakhriyah
NIM : 2018010
Berawal dari Wuhan, Tiongkok diawal tahun 2020, dunia digemparkan dengan merebaknya virus corona jenis baru dan penyakitnya disebut Corona Disease (COVID-19). Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah dinyatakan oleh WHO sebagai pandemic dan Pemerintah Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah menyatakan COVID-19 sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang wajib dilakukan upaya penanggulangan. Berdasarkan data yang dikutip dari situs worldometers.info, virus corona atau nama lainnya Covid-19 ini telah menyebar cepat ke 192 negara, termasuk Indonesia. Alhasil, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah virus corona sebagai pandemi. Hal ini tentunya membuat semua warga Indonesia merasa khawatir dan panik akan dirinya terinfeksi virus yang bisa mematikan ini.
Di Indonesia sendiri kasus virus corona pertama kali terkonfirmasi pada bulam Maret 2020. Kasus ini dikabarkan pertama kali di duga berawal dari pertemuan perempuan 31 tahun itu dengan WN Jepang yang masuk ke wilayah Indonesia. Pertemuan terjadi di sebuah klub dansa di Jakarta. Dikutip dari CNN Indonesia dengan merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2020 yang mencatat penduduk Indonesia sebesar 270.203.911 jiwa. Maka IHME memprediksi, kurang lebih 78,3 juta penduduk Indonesia telah terinfeksi covid-19. The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) yang merupakan pusat penelitian kesehatan global independen di Universitas Washington memproyeksikan sebaran kasus virus corona (covid-19) di Indonesia telah menjangkiti setidaknya 29 persen penduduk Indonesia. Data proyeksi yang digunakan merupakan perkembangan kasus covid-19 di Indonesia hingga 27 September 2021.
Pada masa ini menjaga Kesehatan adalah hal yang wajib dilakukan guna mencegah penyebaran covid-19. Dengan tubuh yang sehat virus akan sulit masuk kedalam tubuh. Menjaga imunitas sendiri sangat disarankan oleh WHO (World Health Organization). Tentunya tidak mudah untuk menghentikan penyebaran virus jika tidak dibarengi dengan pola hidup sehat. Selain dengan menerapkan protokol kesehatan ketika keluar rumah, penting bagi kita juga untuk menerapkan pola hidup yang sehat dimasa pandemi saat ini. Salah satu bagian dari penerapan hidup sehat adalah dengan menjaga pola makan. Meskipun tidak ada makanan yang bisa menghilangkan virus covid-19. Memnjaga pola makan sehat bisa memberikan nutrisi yang dibutuhkan untuk sistem kekebalan tubuh.
Sayur dan buah-buahan merupakan sumber makanan yang mengandung gizi lengkap dan sehat. Di dunia ini telah dikenal bebrbagai jenis buah dan sayur. Bahkan sejak jaman nenekmoyang, buah sudah dikenal dan ditanam untuk digunakan sebagagi bahan makanan. Mengkonsumsi buah-buahan merupakan salah-satu kebiasan yang menyenangkan sekaligus menyehatka. Banyak sekali manfaat yang dapat diambil dari konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap harinya. Namun Hasil penelitian riset kesehatan dasar (Riskesdas, 2010) menyatakan masih banyak penduduk yang tidak cukup mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Data (Riskesdas, 2013) menyebutkan sebanyak 93,5% penduduk usia > 10 tahun mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan di bawah anjuran.
Mungkin banyak dari kita yang sedikit atau bahkan tidak mengetahui manfaat dari sayur dan buah yang ada di lingkungan sekitar kita. Ainul Romli dalam buikunya “ Sayur + Buah = Sehat “ menyatakan bahwa Mengetahui kandungan nutrisi dalam sayur dan buah, memungkinkan kita untuk dapat memanfaatkan secatra optimal sayur dan buah tersebut. Sebagian orang hanya meyakini bahwa sayuran tertentu dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Padahal sebenarnya bukan sayurnya yang menyembuhkan penyakit tersebut, melainkan adalah kandungan yang dibawanya. Misalnya kandngan beta karoten pada sayuran membantu memperlambat proses penuaan dini hingga dapat mencegah resiko penyakit kankaer, meningkatkan fungsi paru-paru dan menuruunkan komplokasi terkait diabetes. Seingga diperlukan pemahaman yang utuh dan komperhensif mengenai kandungan dan manfaat dari sayuran dan buah.
Contoh lain misalnya kandungan vitamin, yang hampir terdpat pada semua jenis sayur dan buah, dimana viitamin bertindak sebagai antioksidan. Di tengah pandemi seperti saat ini, maka antioksidan dalam sayur dan buah menjadi sangat penting untuk menghalangi radikal bebas dan nmelindungi tubuh dari reaksi oksedatif yang menghasilkan racun. Banyak cara untuk menhambil manfaat dari sayur dan buah untuk kesehatan. Beberapa jenis buah dimakan dalam keasaan segar beserta klitnya untuk diambil beberapa zat di dalamnya. Misalnya adalah buh apel, yang diyakini mengandung kadar kalsium tinggi di dalam kulitnya. Apel (terutama apel hijau) adalah buah yang cocok dimakan beserta kulitnya. Sedangkan beberapa ahli merekomendasikan untuk mengkonsumsi sayur dan buah dengan cara dibuat jus. Terapi jus sayur dan buah sering digunakan oleh para herbalis untuk mengobati penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan penyakit.
Selain itu, perlu diketahui juga menegnai metode pengolahan dan penyimpana sayur dan buah. Misalnya apajkah harus dimasak terlebih dahulu, berapa suhu yang dapat diterima oleh nutrisi, bagaiman cara menyimpannya dan sebagainya. Beberapa nutrisn tidak tahan panas dan beberapa lainnya justru tudak tahan suhu rendah. Sehingga pemahaman mengenai hal-hal tersebut perlu ditingkatkan untuk mendapatkan manfaat optimal dari sayur dan buah.
Demikian adalah contoh-contoh manfaat dari mengkonsumsi buah dan sayur yang kaya akan nutrisi. Disadari atau tidak, dengan menkonsumsi sayur dan buah, maka kita secara langsung menjaga kesehatan tubuh kita dari berbagai penyakit dan gangguan kesehatan. Begitu banyak manfaat sayur dan buah bagi kesehatan nutrisi dan kesehatan tubuh. Untuk itulah, tak heran jika semua ahli nutrisi dan kesehtan menganjurkan kepada kita i\untuk mengkonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan untuk menjaga kondisi tubuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar