Jumat, 22 Oktober 2021

Cegah Virus Corona dengan Memperkuat Imun, Dengan Mengkonsumsi Buah Dan Sayur

Cegah Virus Corona Dengan Memperkuat Imun, Dengan Mengkonsumsi Buah Dan Sayur

Annisa Nur Fakhriyah

NIM : 2018010

 

Berawal dari Wuhan, Tiongkok diawal tahun 2020, dunia digemparkan dengan merebaknya virus corona jenis baru dan penyakitnya disebut Corona Disease (COVID-19). Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah dinyatakan oleh WHO sebagai pandemic dan Pemerintah Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah menyatakan COVID-19 sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang wajib dilakukan upaya penanggulangan. Berdasarkan data yang dikutip dari situs worldometers.info, virus corona atau nama lainnya Covid-19 ini telah menyebar cepat ke 192 negara, termasuk Indonesia. Alhasil, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah virus corona sebagai pandemi. Hal ini tentunya membuat semua warga Indonesia merasa khawatir dan panik akan dirinya terinfeksi virus yang bisa mematikan ini.

Di Indonesia sendiri kasus virus corona pertama kali terkonfirmasi pada bulam Maret 2020. Kasus ini dikabarkan pertama kali di duga berawal dari pertemuan perempuan 31 tahun itu dengan WN Jepang yang masuk ke wilayah Indonesia. Pertemuan terjadi di sebuah klub dansa di Jakarta. Dikutip dari CNN Indonesia dengan merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2020 yang mencatat penduduk Indonesia sebesar 270.203.911 jiwa. Maka IHME memprediksi, kurang lebih 78,3 juta penduduk Indonesia telah terinfeksi covid-19. The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) yang merupakan pusat penelitian kesehatan global independen di Universitas Washington memproyeksikan sebaran kasus virus corona (covid-19) di Indonesia telah menjangkiti setidaknya 29 persen penduduk Indonesia. Data proyeksi yang digunakan merupakan perkembangan kasus covid-19 di Indonesia hingga 27 September 2021.

Pada masa ini menjaga Kesehatan adalah hal yang wajib dilakukan guna mencegah penyebaran covid-19. Dengan tubuh yang sehat virus akan sulit masuk kedalam tubuh. Menjaga imunitas sendiri sangat disarankan oleh WHO (World Health Organization). Tentunya tidak mudah untuk menghentikan penyebaran virus jika tidak dibarengi dengan pola hidup sehat. Selain dengan menerapkan protokol kesehatan ketika keluar rumah, penting bagi kita juga untuk menerapkan pola hidup yang sehat dimasa pandemi saat ini. Salah satu bagian dari penerapan hidup sehat adalah dengan menjaga pola makan. Meskipun tidak ada makanan yang bisa menghilangkan virus covid-19. Memnjaga pola makan sehat bisa memberikan nutrisi yang dibutuhkan untuk sistem kekebalan tubuh.

Sayur dan buah-buahan merupakan sumber makanan yang mengandung gizi lengkap dan sehat. Di dunia ini telah dikenal bebrbagai jenis buah dan sayur. Bahkan sejak jaman nenekmoyang, buah sudah dikenal dan ditanam untuk digunakan sebagagi bahan makanan. Mengkonsumsi buah-buahan merupakan salah-satu kebiasan yang menyenangkan sekaligus menyehatka. Banyak sekali manfaat yang dapat diambil dari konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap harinya. Namun Hasil penelitian riset kesehatan dasar (Riskesdas, 2010) menyatakan masih banyak penduduk yang tidak cukup mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Data (Riskesdas, 2013) menyebutkan sebanyak 93,5% penduduk usia > 10 tahun mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan di bawah anjuran.

Mungkin banyak dari kita yang sedikit atau bahkan tidak  mengetahui manfaat dari sayur dan buah yang ada di lingkungan sekitar kita. Ainul Romli dalam buikunya “ Sayur + Buah = Sehat “ menyatakan bahwa Mengetahui kandungan nutrisi dalam sayur dan buah, memungkinkan kita untuk dapat memanfaatkan secatra optimal sayur dan buah tersebut. Sebagian orang hanya meyakini bahwa sayuran tertentu dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Padahal sebenarnya bukan sayurnya yang menyembuhkan penyakit tersebut, melainkan adalah kandungan yang dibawanya. Misalnya kandngan beta karoten pada sayuran membantu memperlambat proses penuaan dini hingga dapat mencegah resiko penyakit kankaer, meningkatkan fungsi paru-paru dan menuruunkan komplokasi terkait diabetes. Seingga diperlukan pemahaman yang utuh dan komperhensif mengenai kandungan dan manfaat dari sayuran dan buah.

Contoh lain misalnya kandungan vitamin, yang hampir terdpat pada semua jenis sayur dan buah, dimana viitamin bertindak sebagai antioksidan. Di tengah pandemi seperti saat ini, maka antioksidan dalam sayur dan buah menjadi sangat penting untuk menghalangi radikal bebas dan nmelindungi tubuh dari reaksi oksedatif yang menghasilkan racun. Banyak cara untuk menhambil manfaat dari sayur dan buah untuk kesehatan. Beberapa jenis buah dimakan dalam keasaan segar beserta klitnya untuk diambil beberapa zat di dalamnya. Misalnya adalah buh apel,  yang diyakini mengandung kadar kalsium tinggi di dalam kulitnya. Apel (terutama apel hijau) adalah buah yang cocok dimakan beserta kulitnya. Sedangkan beberapa ahli merekomendasikan untuk mengkonsumsi sayur dan buah dengan  cara dibuat jus. Terapi jus sayur dan buah sering digunakan oleh para herbalis untuk mengobati penyakit dan  meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan penyakit.

Selain itu, perlu diketahui juga menegnai metode pengolahan dan penyimpana sayur dan buah. Misalnya apajkah harus dimasak terlebih dahulu, berapa suhu yang dapat diterima oleh nutrisi, bagaiman cara menyimpannya dan sebagainya. Beberapa nutrisn tidak tahan panas dan beberapa lainnya justru tudak tahan suhu rendah. Sehingga pemahaman mengenai hal-hal tersebut perlu ditingkatkan untuk mendapatkan manfaat optimal dari sayur dan buah.

Demikian adalah contoh-contoh manfaat dari mengkonsumsi buah dan sayur  yang kaya akan nutrisi. Disadari atau tidak, dengan menkonsumsi sayur dan buah, maka kita secara langsung menjaga kesehatan tubuh kita dari berbagai penyakit dan gangguan kesehatan. Begitu banyak manfaat sayur dan buah bagi kesehatan nutrisi dan kesehatan tubuh. Untuk itulah, tak heran jika semua ahli nutrisi dan kesehtan menganjurkan kepada kita i\untuk mengkonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan untuk menjaga kondisi tubuh.

SEMINAR PENDIDIKAN PROGRAM KERJA KKM-FH STAI ALFALAH CICALENGKA-BANDUNG BERJUDUL

“BELAJAR ATAU MAIN GAME? BELAJAR SAMBIL MAIN GAME DONG!”

DI SD NEGERI KEBALEN 05

            Sudah hampir 2 tahun, pandemi Covid-19 berlangsung di negara kita ini. Untuk mencegah penyebarannya yang semakin meluas, sejak Maret 2020 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19). Salah satu pokok penting dalam edaran ini adalah diberlakukannya pembelajaran daring/jarak jauh.  Sehingga, STAI Al-Falah Cicalengka Bandung menetapkan pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa dilakukan secara mandiri di tempat tinggal masing-masing atau disebut Kuliah Kerja Mahasiswa From Home (KKM-FH).

            KKM-FH STAI Al-Falah Cicalengka Bandung berfokus pada Penanggulangan Dampak Covid-19 di Bidang Pendidikan dan Keagamaan. Oleh karena itu, sebagai program kerja KKM-FH, penulis berkolaborasi dengan mahasiswa Kampus Mengajar 2021 membuat seminar pendidikan berjudul “Belajar Atau Main Game? Belajar Sambil Main Game Dong!” yang dilaksanakan untuk siswa kelas 5 SD Negeri Kebalen 05. Program ini dibuat sebagai respon dari keluhan tentang pembelajaran daring yang terkesan monoton dan membosankan , khususnya untuk siswa jenjang Sekolah Dasar (SD).

            Program ini berisi sosialisasi tentang 4 aplikasi pendidikan berbalut games yang bisa dicoba oleh guru dalam proses belajar mengajar bersama siswa-siswanya agar pembelajaran menjadi lebih menarik dan mengasyikkan. Berikut 4 aplikasi yang disampaikan dalam seminar tersebut :

  1. Wordwall

            Kelebihan :

      Memiliki banyak pilihan fitur game pembelajaran

      Dapat digunakan untuk semua materi pelajaran

      Bisa untuk semua jenjang kelas salah satunya SD

      Bisa diakses di HP maupun laptop tanpa perlu download aplikasi

             Kekurangan:

      Harus upgrade aplikasi terlebih dahulu

      Selama masa percobaan dalam 1 akun hanya bisa membuat 5 kuis.


2. Kahoot!

Kelebihan :

      Game dengan musik yang easy listening sehingga disukai siswa

      Cocok untuk siswa SD

      Fitur game "Quiz" dan "True or False"

      Bisa untuk materi pilihan dengan jawaban tunggal

Kekurangan:

      Loading memerlukan waktu cukup lama

      Beberapa fitur game harus berbayar

 

3.      3. Edu Candy

Kelebihan :

      Game bisa dimainkan dengan berbagai bentuk

      Memiliki 3 variasi bentuk soal

      Terdapat animasi soal yang lucu

      Penggunaanya gratis

Kekurangan:

      Tidak bisa menampilkan hasil pengerjaan setiap siswa

      layar pengerjaan terlalu kecil

 

4.  4. Quizizz

Kelebihan :

      Tampilan animasi game dan musik sangat menarik

      Terdapat beragam bentuk soal yang bisa dibuat

      Bisa melampirkan materi/penjelasan

      Sangat mudah dioperasikan

      Bisa langsung menampilkan hasil penilaian quis.

Kekurangan:

      Harus menyiapkan gambar terlebih dahulu jika ingin memasukkan gambar disoal 

            Sebagai bentuk gambaran, dilakukan juga simulasi penggunaan aplikasi Quizizz bersama siswa-siswa yang hadir di seminar ini. Penggunaan aplikasi-aplikasi tersebut dapat maksimal jika didukung oleh banyak pihak, seperti guru, siswa, dan orangtua yang mau update dan belajar teknologi, juga kuota yang memadai dan stabil. Dengan adanya seminar ini, diharapkan siswa menjadi lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran daring.


Kamis, 02 April 2020

Covid-19 Effect

Wabah Covid-19 sukses membuat pusing masyarakat Indonesia dan dunia. pemerintah melakukan upaya "lockdown" sebagai usaha pencegahan Covid-19 semakin menyebar luas. semua aktivitas masyarakat dibatasi, segala aspek terkena imbas lockdown. Termasuk pendidikan, sekolah diliburkan , namun tetap. ada kegiatan belajar mengajar via online. Nah belajar online ini menuai pro kontra, jurnal berikut akan membahas kelebihan dan kekurang kuliah sistem daring , check it out

Jumat, 20 Maret 2020

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMBELAJARAN ELEKTRONIK BAGI MAHASISWA

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMBELAJARAN ELEKTRONIK BAGI MAHASISWA
Nina Anggraina Madani
2018.01074

ABSTRAK
Sistem pembelajaran elektronik  atau e-learning Electronic learning) menjadi kata yang tidak asing di abad ini. e-learning adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta didik (learner atau murid) tidak harus duduk dengan kaku di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan. Terlebih karena kasus Covid-19 yang memanas baru-baru ini. Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang dilakukan pemerintah ialah menghentikan aktivitas yang meliputi orang banyak selama 14 hari. termasuk dalam ranah pendidikan. Sekolah dan perguruan tinggi tidak beroperasi tapi bukan berarti kegiatan belajar-mengajar terhenti. Dalam keadaan seperti ini, e-learning sangat membantu tetap berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
Kata kunci:e-Learning
A.    PENDAHULUAN
            Dunia telah mengalami kemajuan Teknologi Informasi yang sangat pesat. kemajuan Iptek meliputi segala aspek, termasuk dunia pendidikan. metode pendidikan lama atau konvensional kini dirasakan menjadi kurang efektif karena terbentur masalah ruang dan waktu. Dan Teknologi Informasi memberikan alternatif metode pendidikan baru yang dinamakan metode E-Learning. Sistem pembelajaran elektronik  atau e-learning Electronic learning) menjadi kata yang tidak asing di abad ini. e-learning adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta didik (learner atau murid) tidak harus duduk dengan kaku di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.
            E-learning merupakan salah satu bentuk metode pembelajaran yang dipersepsikan bersifat student centered. Pemanfaatan e-learning diharapkan dapat memotivasi peningkatan kualitas pembelajaran dan materi ajar, kualitas aktivitas dan kemandirian mahasiswa, serta komunikasi antara dosen dengan mahasiswa maupun antar mahasiswa.
            Terlebih karena kasus Covid-19 yang memanas baru-baru ini. Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang dilakukan pemerintah ialah menghentikan aktivitas yang meliputi orang banyak selama 14 hari. termasuk dalam ranah pendidikan. Sekolah dan perguruan tinggi tidak beroperasi tapi bukan berarti kegiatan belajar-mengajar terhenti. Dalam keadaan seperti ini, e-learning sangat membantu tetap berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
B.     PEMBAHASAN
1.         Pengertian E-Learning
          E-Learning adalah sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Beberapa pakar menguraikan definisi E-Learning sebagai berikut:
·         E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain (Hartley, 2001).
·         E-learning terdiri dari dua bagian yaitu e- yang merupakan singkatan dari elektronika dan learning yang berarti pembelajaran. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer. (Maryati S.Pd.,)
·         E-Learning adalah proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara sistematis dengan mengintegrasikan semua komponen pembelajaran, termasuk interaksi pembelajaran lintas ruang dan waktu, dengan kualitas yang terjamin.( Prof. Dr. Sulistyoweni Widanarko (BPMA).
            Sebagaimana pembelajaran secara konvensional di kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait. Seperti halnya pembelajaran dengan cara lain, e-learning bisa memberikan manfaat yang optimal jika beberapa kondisi berikut terpenuhi, diantaranya:
·         Tujuan
·         Pembelajar
·         Dukungan
·         Media lain
Skenario e-Learning memungkinkan mahasiswa dapat kontak langsung dengan: Mahasiswa lain, dosen, berbagai materi dan sumber belajar dalam bentuk elektronik. Materi yang dimaksud bisa dalam bentuk bahan ajar, materi tugas, soal ujian/tes maupun bentuk linkages.
2.      Komponen e-Learning
Komponen yang membentuk e-Learning adalah:
a.       Infrastruktur e-Learning, berupa personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.
b.      Sistem dan Aplikasi e-Learning: Sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online dan segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. Aplikasi yang bisa digunakan untuk mahasiswa dalam e-learning misalnya seperti, Google Classroom, Edmodo, Sevima Ed link, Moodle
c.         Konten dan bahan ajar yang ada pada e-Learning system (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun.
d.        Pemeran yang ada dalam pelaksanakan e-Learning berupa guru (instruktur) yang membimbing, siswa yang menerima bahan ajar dan administrator yang mengelola administrasi dan proses belajar mengajar.

3.      Manfaat Pelaksanaan e-learning
            Seperti sebagaimana yang telah disebutkan di atas, e-learning telah mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik. 
            Secara lebih rinci, manfaat e-Learning dapat dilihat dari 2 sudut, yaitu dari sudut peserta didik dan guru:
·         Mahasiswa dapat belajar kapan dan dimana saja mereka punya akses internet.
·         Efisiensi waktu dan biaya perjalanan.
·         Fleksibilitas untuk bergabung dalam forum diskusi setiap saat, atau menjumpai teman sekelas dan pengajar secara remote melalui ruang chatting.
·         Mampu memfasilitasi dan menerapkan gaya belajar yang berbeda melalui beragam aktivitas.
·          Pengembangan keterampilan TIK yang mampu mendukung aktivitas lain mahasiswa.
·         Keberhasilan menyelesaikan pembelajaran/perkuliahan online mampu membangun kemampuan belajar mandiri dan kepercayaan diri mahasiswa serta mendorong mahasiswa untuk lebih bertanggung jawab dalam studinya.
·         Mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis.
·         Mempermudah interaksi antara mahasiswa dengan materi, mahasiswa dengan guru maupun sesama mahasiswa.
·         Mahasiswa dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang.
·         Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif.
·         Dalam kasus Covid-19 ini e-Learning mengambil alih pembelajaran konvensional, sehingga e-Learning menjadi satu-satunya metode agar proses belajar-mengajar tetap berlangsung selama masa 14 masa Inkubasi Covid-19.

4.      Kekurangan E-Learning
·         Mahasiswa yang tidak termotivasi dan perilaku belajar yang buruk akan terbelakang/tertinggal dalam pembelajaran.
·         Mahasiswa dapat merasakan terisolasi dan bermasalah dalam interaksi sosial.
·         Pengajar tidak mungkin selalu dapat menyediakan waktu pada saat dibutuhkan.
·         Koneksi internet yang lambat dan tidak handal dapat menimbulkan rasa frustasi.
·         Beberapa subjek/mata kuliah bisa saja sulit direalisasikan dalam bentuk e-learning.
·         Mahasiswa harus menyediakan waktu untuk mempelajari software/aplikasi e-learning sehingga dapat mengganggu beban belajarnya.
·         Mahasiswa yang tidak familiar dengan struktur dan rutin software akan tertinggal.
·         Untuk sekolah tertentu terutama yang berada di daerah, akan memerlukan investasi yang mahal untuk membangun e-learning.
·         Keterbatasan jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolah akan menghambat pelaksanaan e-learning.
·         Bagi mahasiswa yang gagap teknologi, sistem ini sulit untuk diterapkan.
·         Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
·         Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri sehingga memperlambat terbentuknya nilai dalam proses belajar dan mengajar.
·         Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan internet.
·         Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.
·         Proses belajar mengajar cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan.

C.    KESIMPULAN
            Dapat disimpulkan bahwa E-learning adalah sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Perbedaan Pembelajaran antara Metode Tradisional dan Metode E-Learning yaitu pada Metode Tradisional, seorang guru dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuannya kepada siswa atau mahasiswa.
            Sedangkan pembelajaran pada Metode E-Learning seorang siswa atau mahasiswa dituntut untuk dapat mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung-jawab untuk pembelajarannya. Suasana pembelajaran dengan Metode E-Learning akan ‘memaksa’ pelajar memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarannya. Pelajar membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha, dan inisiatif sendiri.

D.    DAFTAR PUSTAKA