Jumat, 15 Mei 2020
Kamis, 02 April 2020
Covid-19 Effect
Wabah Covid-19 sukses membuat pusing masyarakat Indonesia dan dunia. pemerintah melakukan upaya "lockdown" sebagai usaha pencegahan Covid-19 semakin menyebar luas. semua aktivitas masyarakat dibatasi, segala aspek terkena imbas lockdown. Termasuk pendidikan, sekolah diliburkan , namun tetap. ada kegiatan belajar mengajar via online. Nah belajar online ini menuai pro kontra, jurnal berikut akan membahas kelebihan dan kekurang kuliah sistem daring , check it out
Jumat, 20 Maret 2020
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMBELAJARAN ELEKTRONIK BAGI MAHASISWA
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMBELAJARAN ELEKTRONIK BAGI MAHASISWA
Nina Anggraina Madani
2018.01074
ABSTRAK
Sistem pembelajaran elektronik atau
e-learning ( Electronic
learning) menjadi kata yang tidak asing di abad ini. e-learning adalah cara baru dalam proses belajar mengajar.
E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta didik
(learner atau murid) tidak harus duduk dengan kaku di ruang kelas untuk
menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara
langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran,
dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau
program pendidikan. Terlebih karena kasus Covid-19
yang memanas baru-baru ini. Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang dilakukan
pemerintah ialah menghentikan aktivitas yang meliputi orang banyak selama 14
hari. termasuk dalam ranah pendidikan. Sekolah dan perguruan tinggi tidak
beroperasi tapi bukan berarti kegiatan belajar-mengajar terhenti. Dalam keadaan
seperti ini, e-learning sangat membantu tetap berlangsungnya kegiatan
belajar mengajar.
Kata kunci:e-Learning
A.
PENDAHULUAN
Dunia
telah mengalami kemajuan Teknologi Informasi yang sangat pesat. kemajuan Iptek
meliputi segala aspek, termasuk dunia pendidikan. metode pendidikan lama atau
konvensional kini dirasakan menjadi kurang efektif karena terbentur masalah
ruang dan waktu. Dan Teknologi Informasi memberikan alternatif metode
pendidikan baru yang dinamakan metode E-Learning. Sistem
pembelajaran elektronik atau e-learning ( Electronic learning)
menjadi kata yang tidak asing di abad ini. e-learning adalah cara baru dalam proses belajar mengajar.
E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta didik
(learner atau murid) tidak harus duduk dengan kaku di ruang kelas untuk
menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara
langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran,
dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau
program pendidikan.
E-learning merupakan salah satu bentuk metode
pembelajaran yang dipersepsikan bersifat student centered. Pemanfaatan
e-learning diharapkan dapat memotivasi peningkatan kualitas pembelajaran dan
materi ajar, kualitas aktivitas dan kemandirian mahasiswa, serta komunikasi
antara dosen dengan mahasiswa maupun antar mahasiswa.
Terlebih
karena kasus Covid-19 yang memanas baru-baru ini. Upaya pencegahan penyebaran
Covid-19 yang dilakukan pemerintah ialah menghentikan aktivitas yang meliputi
orang banyak selama 14 hari. termasuk dalam ranah pendidikan. Sekolah dan
perguruan tinggi tidak beroperasi tapi bukan berarti kegiatan belajar-mengajar
terhenti. Dalam keadaan seperti ini, e-learning sangat membantu tetap
berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
B.
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
E-Learning
E-Learning
adalah sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi
dalam proses belajar mengajar. Beberapa pakar menguraikan definisi E-Learning sebagai
berikut:
·
E-Learning
merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan
ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan
komputer lain (Hartley, 2001).
·
E-learning
terdiri dari dua bagian yaitu e- yang merupakan singkatan dari elektronika dan
learning yang berarti pembelajaran. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan
menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat
komputer. (Maryati S.Pd.,)
·
E-Learning
adalah proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
(TIK) secara sistematis dengan mengintegrasikan semua komponen pembelajaran,
termasuk interaksi pembelajaran lintas ruang dan waktu, dengan kualitas yang
terjamin.( Prof. Dr. Sulistyoweni Widanarko (BPMA).
Sebagaimana pembelajaran secara
konvensional di kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang
terkait. Seperti halnya pembelajaran dengan cara lain, e-learning bisa
memberikan manfaat yang optimal jika beberapa kondisi berikut terpenuhi,
diantaranya:
·
Tujuan
·
Pembelajar
·
Dukungan
·
Media lain
Skenario e-Learning memungkinkan mahasiswa dapat kontak
langsung dengan: Mahasiswa lain, dosen, berbagai materi dan sumber belajar
dalam bentuk elektronik. Materi yang dimaksud bisa dalam bentuk bahan ajar,
materi tugas, soal ujian/tes maupun bentuk linkages.
2.
Komponen e-Learning
Komponen
yang membentuk e-Learning adalah:
a.
Infrastruktur
e-Learning, berupa personal computer (PC), jaringan komputer,
internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan
teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui
teleconference.
b.
Sistem dan
Aplikasi e-Learning: Sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses
belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau
konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online dan segala
fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. Aplikasi yang bisa digunakan
untuk mahasiswa dalam e-learning misalnya seperti, Google Classroom,
Edmodo, Sevima Ed link, Moodle
c.
Konten dan
bahan ajar yang ada pada e-Learning system (Learning Management System).
Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten
berbentuk multimedia interaktif) atau Text-based Content (konten
berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa). Biasa disimpan dalam
Learning Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh siswa kapanpun
dan dimanapun.
d.
Pemeran yang ada dalam pelaksanakan e-Learning berupa guru
(instruktur) yang membimbing, siswa yang menerima bahan ajar dan administrator
yang mengelola administrasi dan proses belajar mengajar.
3.
Manfaat Pelaksanaan e-learning
Seperti
sebagaimana yang telah disebutkan di atas, e-learning telah mempersingkat
waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah
interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan
dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik.
Secara
lebih rinci, manfaat e-Learning dapat dilihat dari 2 sudut, yaitu dari sudut
peserta didik dan guru:
·
Mahasiswa dapat
belajar kapan dan dimana saja mereka punya akses internet.
·
Efisiensi
waktu dan biaya perjalanan.
·
Fleksibilitas
untuk bergabung dalam forum diskusi setiap saat, atau menjumpai teman sekelas
dan pengajar secara remote melalui ruang chatting.
·
Mampu
memfasilitasi dan menerapkan gaya belajar yang berbeda melalui beragam
aktivitas.
·
Pengembangan
keterampilan TIK yang mampu mendukung aktivitas lain mahasiswa.
·
Keberhasilan
menyelesaikan pembelajaran/perkuliahan online mampu membangun kemampuan belajar
mandiri dan kepercayaan diri mahasiswa serta
mendorong mahasiswa untuk lebih bertanggung jawab dalam studinya.
·
Mempersingkat
waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis.
·
Mempermudah
interaksi antara mahasiswa dengan materi, mahasiswa dengan guru maupun sesama mahasiswa.
·
Mahasiswa dapat
saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan belajar setiap saat dan
berulang-ulang.
·
Berubahnya
peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif.
·
Dalam kasus Covid-19 ini e-Learning
mengambil alih pembelajaran konvensional, sehingga e-Learning menjadi
satu-satunya metode agar proses belajar-mengajar tetap berlangsung selama masa
14 masa Inkubasi Covid-19.
4.
Kekurangan
E-Learning
·
Mahasiswa yang tidak termotivasi dan perilaku belajar yang buruk akan
terbelakang/tertinggal dalam pembelajaran.
·
Mahasiswa dapat
merasakan terisolasi dan bermasalah dalam interaksi sosial.
·
Pengajar
tidak mungkin selalu dapat menyediakan waktu pada saat dibutuhkan.
·
Koneksi
internet yang lambat dan tidak handal dapat menimbulkan rasa frustasi.
·
Beberapa
subjek/mata kuliah bisa saja sulit direalisasikan dalam bentuk e-learning.
·
Mahasiswa harus
menyediakan waktu untuk mempelajari software/aplikasi e-learning sehingga dapat
mengganggu beban belajarnya.
·
Mahasiswa yang tidak
familiar dengan struktur dan rutin software akan tertinggal.
·
Untuk
sekolah tertentu terutama yang berada di daerah, akan memerlukan investasi yang
mahal untuk membangun e-learning.
·
Keterbatasan
jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolah akan menghambat pelaksanaan e-learning.
·
Bagi mahasiswa yang gagap teknologi, sistem ini sulit untuk diterapkan.
·
Berubahnya
peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini
dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
·
Kurangnya
interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri sehingga
memperlambat terbentuknya nilai dalam proses belajar dan mengajar.
·
Kurangnya
tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan internet.
·
Tidak semua
tempat tersedia fasilitas internet.
·
Proses
belajar mengajar cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan.
C.
KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa E-learning adalah sistem atau
konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar
mengajar. Perbedaan Pembelajaran antara Metode Tradisional dan Metode
E-Learning yaitu pada Metode Tradisional, seorang guru dianggap sebagai orang
yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuannya kepada
siswa atau mahasiswa.
Sedangkan pembelajaran pada Metode E-Learning seorang
siswa atau mahasiswa dituntut untuk dapat mandiri pada waktu tertentu dan
bertanggung-jawab untuk pembelajarannya. Suasana pembelajaran dengan Metode
E-Learning akan ‘memaksa’ pelajar memainkan peranan yang lebih aktif dalam
pembelajarannya. Pelajar membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha,
dan inisiatif sendiri.
D.
DAFTAR PUSTAKA
Kamis, 19 Maret 2020
Tentang teman Tuli
Tuna Rungu, menjadi 2 kata yang saat ini menarik perhatianku, bermula dari menonton musik video Feby Putri yang berjudul Usik, yang membuatku sadar bahwa setiap orang mempunyai jeritannya masing-masing.
Perlahan menjerit atas yang kuterima Dari orang-orang yang tak paham Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna Kembalikanlah senyumku yang pergi Secepat seperti di lahirkan lagi Tiada yang meminta seperti ini Tapi menurutku Tuhan itu baik Merangkai ceritaku sehebat ini Tetap menunggu dengan hati yang lapang Bertahan dalam macamnya alur hidup Sampai bisa tiba bertemu cahaya
Dengan lirik yang cukup menusuk ini, aku pun mencoba membuat kuisioner tentang teman tuli yang bertujuan untuk melihat seberapa jauh kita tahu tentang teman tuli
berikut contoh Google Form yang aku buat:
Dan berikut beberapa hasil pendapat tentang teman tuli
dan untuk kalean semua yang lagi baca ini, mau ikut isi kuisioner, bisa banget buat isi disini
yuk ah...
Perlahan menjerit atas yang kuterima Dari orang-orang yang tak paham Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna Kembalikanlah senyumku yang pergi Secepat seperti di lahirkan lagi Tiada yang meminta seperti ini Tapi menurutku Tuhan itu baik Merangkai ceritaku sehebat ini Tetap menunggu dengan hati yang lapang Bertahan dalam macamnya alur hidup Sampai bisa tiba bertemu cahaya
Dengan lirik yang cukup menusuk ini, aku pun mencoba membuat kuisioner tentang teman tuli yang bertujuan untuk melihat seberapa jauh kita tahu tentang teman tuli
berikut contoh Google Form yang aku buat:
Dan berikut beberapa hasil pendapat tentang teman tuli
dan untuk kalean semua yang lagi baca ini, mau ikut isi kuisioner, bisa banget buat isi disini
yuk ah...
Langganan:
Postingan (Atom)


