Kamis, 02 April 2020

Covid-19 Effect

Wabah Covid-19 sukses membuat pusing masyarakat Indonesia dan dunia. pemerintah melakukan upaya "lockdown" sebagai usaha pencegahan Covid-19 semakin menyebar luas. semua aktivitas masyarakat dibatasi, segala aspek terkena imbas lockdown. Termasuk pendidikan, sekolah diliburkan , namun tetap. ada kegiatan belajar mengajar via online. Nah belajar online ini menuai pro kontra, jurnal berikut akan membahas kelebihan dan kekurang kuliah sistem daring , check it out

Jumat, 20 Maret 2020

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMBELAJARAN ELEKTRONIK BAGI MAHASISWA

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMBELAJARAN ELEKTRONIK BAGI MAHASISWA
Nina Anggraina Madani
2018.01074

ABSTRAK
Sistem pembelajaran elektronik  atau e-learning Electronic learning) menjadi kata yang tidak asing di abad ini. e-learning adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta didik (learner atau murid) tidak harus duduk dengan kaku di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan. Terlebih karena kasus Covid-19 yang memanas baru-baru ini. Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang dilakukan pemerintah ialah menghentikan aktivitas yang meliputi orang banyak selama 14 hari. termasuk dalam ranah pendidikan. Sekolah dan perguruan tinggi tidak beroperasi tapi bukan berarti kegiatan belajar-mengajar terhenti. Dalam keadaan seperti ini, e-learning sangat membantu tetap berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
Kata kunci:e-Learning
A.    PENDAHULUAN
            Dunia telah mengalami kemajuan Teknologi Informasi yang sangat pesat. kemajuan Iptek meliputi segala aspek, termasuk dunia pendidikan. metode pendidikan lama atau konvensional kini dirasakan menjadi kurang efektif karena terbentur masalah ruang dan waktu. Dan Teknologi Informasi memberikan alternatif metode pendidikan baru yang dinamakan metode E-Learning. Sistem pembelajaran elektronik  atau e-learning Electronic learning) menjadi kata yang tidak asing di abad ini. e-learning adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta didik (learner atau murid) tidak harus duduk dengan kaku di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.
            E-learning merupakan salah satu bentuk metode pembelajaran yang dipersepsikan bersifat student centered. Pemanfaatan e-learning diharapkan dapat memotivasi peningkatan kualitas pembelajaran dan materi ajar, kualitas aktivitas dan kemandirian mahasiswa, serta komunikasi antara dosen dengan mahasiswa maupun antar mahasiswa.
            Terlebih karena kasus Covid-19 yang memanas baru-baru ini. Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang dilakukan pemerintah ialah menghentikan aktivitas yang meliputi orang banyak selama 14 hari. termasuk dalam ranah pendidikan. Sekolah dan perguruan tinggi tidak beroperasi tapi bukan berarti kegiatan belajar-mengajar terhenti. Dalam keadaan seperti ini, e-learning sangat membantu tetap berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
B.     PEMBAHASAN
1.         Pengertian E-Learning
          E-Learning adalah sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Beberapa pakar menguraikan definisi E-Learning sebagai berikut:
·         E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain (Hartley, 2001).
·         E-learning terdiri dari dua bagian yaitu e- yang merupakan singkatan dari elektronika dan learning yang berarti pembelajaran. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer. (Maryati S.Pd.,)
·         E-Learning adalah proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara sistematis dengan mengintegrasikan semua komponen pembelajaran, termasuk interaksi pembelajaran lintas ruang dan waktu, dengan kualitas yang terjamin.( Prof. Dr. Sulistyoweni Widanarko (BPMA).
            Sebagaimana pembelajaran secara konvensional di kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait. Seperti halnya pembelajaran dengan cara lain, e-learning bisa memberikan manfaat yang optimal jika beberapa kondisi berikut terpenuhi, diantaranya:
·         Tujuan
·         Pembelajar
·         Dukungan
·         Media lain
Skenario e-Learning memungkinkan mahasiswa dapat kontak langsung dengan: Mahasiswa lain, dosen, berbagai materi dan sumber belajar dalam bentuk elektronik. Materi yang dimaksud bisa dalam bentuk bahan ajar, materi tugas, soal ujian/tes maupun bentuk linkages.
2.      Komponen e-Learning
Komponen yang membentuk e-Learning adalah:
a.       Infrastruktur e-Learning, berupa personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.
b.      Sistem dan Aplikasi e-Learning: Sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online dan segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. Aplikasi yang bisa digunakan untuk mahasiswa dalam e-learning misalnya seperti, Google Classroom, Edmodo, Sevima Ed link, Moodle
c.         Konten dan bahan ajar yang ada pada e-Learning system (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun.
d.        Pemeran yang ada dalam pelaksanakan e-Learning berupa guru (instruktur) yang membimbing, siswa yang menerima bahan ajar dan administrator yang mengelola administrasi dan proses belajar mengajar.

3.      Manfaat Pelaksanaan e-learning
            Seperti sebagaimana yang telah disebutkan di atas, e-learning telah mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik. 
            Secara lebih rinci, manfaat e-Learning dapat dilihat dari 2 sudut, yaitu dari sudut peserta didik dan guru:
·         Mahasiswa dapat belajar kapan dan dimana saja mereka punya akses internet.
·         Efisiensi waktu dan biaya perjalanan.
·         Fleksibilitas untuk bergabung dalam forum diskusi setiap saat, atau menjumpai teman sekelas dan pengajar secara remote melalui ruang chatting.
·         Mampu memfasilitasi dan menerapkan gaya belajar yang berbeda melalui beragam aktivitas.
·          Pengembangan keterampilan TIK yang mampu mendukung aktivitas lain mahasiswa.
·         Keberhasilan menyelesaikan pembelajaran/perkuliahan online mampu membangun kemampuan belajar mandiri dan kepercayaan diri mahasiswa serta mendorong mahasiswa untuk lebih bertanggung jawab dalam studinya.
·         Mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis.
·         Mempermudah interaksi antara mahasiswa dengan materi, mahasiswa dengan guru maupun sesama mahasiswa.
·         Mahasiswa dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang.
·         Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif.
·         Dalam kasus Covid-19 ini e-Learning mengambil alih pembelajaran konvensional, sehingga e-Learning menjadi satu-satunya metode agar proses belajar-mengajar tetap berlangsung selama masa 14 masa Inkubasi Covid-19.

4.      Kekurangan E-Learning
·         Mahasiswa yang tidak termotivasi dan perilaku belajar yang buruk akan terbelakang/tertinggal dalam pembelajaran.
·         Mahasiswa dapat merasakan terisolasi dan bermasalah dalam interaksi sosial.
·         Pengajar tidak mungkin selalu dapat menyediakan waktu pada saat dibutuhkan.
·         Koneksi internet yang lambat dan tidak handal dapat menimbulkan rasa frustasi.
·         Beberapa subjek/mata kuliah bisa saja sulit direalisasikan dalam bentuk e-learning.
·         Mahasiswa harus menyediakan waktu untuk mempelajari software/aplikasi e-learning sehingga dapat mengganggu beban belajarnya.
·         Mahasiswa yang tidak familiar dengan struktur dan rutin software akan tertinggal.
·         Untuk sekolah tertentu terutama yang berada di daerah, akan memerlukan investasi yang mahal untuk membangun e-learning.
·         Keterbatasan jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolah akan menghambat pelaksanaan e-learning.
·         Bagi mahasiswa yang gagap teknologi, sistem ini sulit untuk diterapkan.
·         Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
·         Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri sehingga memperlambat terbentuknya nilai dalam proses belajar dan mengajar.
·         Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan internet.
·         Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.
·         Proses belajar mengajar cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan.

C.    KESIMPULAN
            Dapat disimpulkan bahwa E-learning adalah sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Perbedaan Pembelajaran antara Metode Tradisional dan Metode E-Learning yaitu pada Metode Tradisional, seorang guru dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuannya kepada siswa atau mahasiswa.
            Sedangkan pembelajaran pada Metode E-Learning seorang siswa atau mahasiswa dituntut untuk dapat mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung-jawab untuk pembelajarannya. Suasana pembelajaran dengan Metode E-Learning akan ‘memaksa’ pelajar memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarannya. Pelajar membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha, dan inisiatif sendiri.

D.    DAFTAR PUSTAKA

Kamis, 19 Maret 2020

Tentang teman Tuli

Tuna Rungu, menjadi 2 kata yang saat ini menarik perhatianku, bermula dari menonton musik video Feby Putri yang berjudul Usik, yang membuatku sadar bahwa setiap orang mempunyai jeritannya masing-masing.

Perlahan menjerit atas yang kuterima Dari orang-orang yang tak paham Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna Kembalikanlah senyumku yang pergi Secepat seperti di lahirkan lagi Tiada yang meminta seperti ini Tapi menurutku Tuhan itu baik Merangkai ceritaku sehebat ini Tetap menunggu dengan hati yang lapang Bertahan dalam macamnya alur hidup Sampai bisa tiba bertemu cahaya

Dengan lirik yang cukup menusuk ini, aku pun mencoba membuat kuisioner tentang teman tuli yang bertujuan untuk melihat seberapa jauh kita tahu tentang teman tuli

berikut contoh Google Form yang aku buat:


Dan berikut beberapa hasil pendapat tentang teman tuli

dan untuk kalean semua yang lagi baca ini, mau ikut isi kuisioner, bisa banget buat isi disini
yuk ah...